Kamis, 18 Oktober 2012

Hujan Meteor Orinoid Ahad Dini Hari 21/10/2012




VIVAnews -- Akhir pekan ini, para pengamat bintang akan menyaksikan fenomena hujan meteor yang berasal dari komet paling tenar sejagad, Halley, yang mengorbit matahari setiap 76 tahun sekali. Hujan meteor Orionid.

"Dimulai Minggu (21/10) dini hari antara pukul 01.00 sampai Subuh. Bisa dengan melihat arah rasi Orion, yaitu dari timur sampai atas kepala kita," jelas Profesor Riset Astronomi-Astrofisika LAPAN, Thomas Djamaluddin kepada VIVAnews, Kamis 18 Oktober 2012.

Pemandangan tersebut dapat terlihat seperti bintang jatuh dan hanya berlangsung secara sekilas.

"Per jam ada 20 meteor dan tiga menit sekali ada satu meteor, dan hanya beberapa detik kemudian akan terbakar. Ini terjadi di ketinggian antara 70 sampai 100 km," lanjutnya.

Thomas juga menambahkan, meteor hasil sisa debu Komet Halley tersebut tidak berbahaya karena hanya berupa butiran halus saja.

Hujan meteor ini dapat disaksikan di seluruh wilayah Indonesia dengan syarat cuaca cerah, medan pandang tidak terhalang, dan jauh dari polusi cahaya. "Pengamatan jangan dari tengah kota. Polusinya cahayanya kuat sekali," saran Thomas.

Sebelumnya, pada 8 Oktober 2012 terjadi puncak hujan meteor Draconids tahun 2012. Hujan meteror ini berasal dari sisa-sisa debu komet Giacobini-Zinner.

sumber : vivanews.com
»»  READMORE...

Rabu, 10 Oktober 2012

Komparasi - Perbandingan antara data observasi Bumi - Merkurius

planet

Mercury/Earth Comparison


Bulk parameters

                                   Mercury        Earth      Ratio (Mercury/Earth)
Mass (1024 kg)                      0.3302        5.9736     0.0553    
Volume (1010 km3)                   6.083       108.321      0.0562  
Equatorial radius (km)	            2439.7        6378.1     0.383      
Polar radius (km)                   2439.7        6356.8     0.384      
Volumetric mean radius (km)         2439.7        6371.0     0.383
Ellipticity (Flattening)            0.0000        0.00335    0.000     
Mean density (kg/m3)                5427          5515       0.984       
Surface gravity (eq.) (m/s2)        3.70          9.80       0.378     
Surface acceleration (eq.) (m/s2)   3.70          9.78       0.378     
Escape velocity (km/s)              4.3          11.2        0.384     
GM (x 106 km3/s2)                   0.02203       0.3986     0.0553  
Bond albedo                         0.068         0.306      0.222
Visual geometric albedo             0.142         0.367      0.387    
Visual magnitude V(1,0)            -0.42         -3.86         -  
Solar irradiance (W/m2)             9126.6        1367.6     6.673     
Black-body temperature (K)           440.1         254.3     1.731
Moment of inertia (I/MR2)           0.33          0.3308     0.998      
J2 (x 10-6)                          60.         1082.63     0.055
Number of natural satellites           0             1
Planetary ring system                 No            No

Orbital parameters

                                   Mercury        Earth      Ratio (Mercury/Earth)
Semimajor axis (106 km)             57.91        149.60       0.387     
Sidereal orbit period (days)        87.969       365.256      0.241
Tropical orbit period (days)        87.968       365.242      0.241 
Perihelion (106 km)                 46.00        147.09       0.313 
Aphelion (106 km)                   69.82        152.10       0.459
Synodic period (days)              115.88          -            -     
Mean orbital velocity (km/s)        47.87         29.78       1.607     
Max. orbital velocity (km/s)        58.98         30.29       1.947
Min. orbital velocity (km/s)        38.86         29.29       1.327
Orbit inclination (deg)              7.00          0.00         -   
Orbit eccentricity                   0.2056        0.0167    12.311    
Sidereal rotation period (hrs)    1407.6          23.9345    58.785      
Length of day (hrs)               4222.6          24.0000   175.942
Obliquity to orbit (deg)            ~0            23.44       0.     

Mercury Observational Parameters

Discoverer:      Unknown
Discovery Date:  Prehistoric

Distance from Earth
        Minimum (106 km)            77.3
        Maximum (106 km)           221.9
Apparent diameter from Earth
        Maximum (seconds of arc)    13.
        Minimum (seconds of arc)     4.5
Maximum visual magnitude            -1.9      
Mean values at inferior conjunction with Earth
        Distance from Earth (106 km)         91.70    
        Apparent diameter (seconds of arc)   11.0

Mercury Mean Orbital Elements (J2000)

Semimajor axis (AU)                  0.38709893  
Orbital eccentricity                 0.20563069   
Orbital inclination (deg)            7.00487    
Longitude of ascending node (deg)   48.33167     
Longitude of perihelion (deg)       77.45645  
Mean Longitude (deg)               252.25084 

North Pole of Rotation

Right Ascension: 281.01 - 0.003T
Declination    :  61.45 - 0.005T
Reference Date : 12:00 UT 1 Jan 2000 (JD 2451545.0)
T = Julian centuries from reference date 

Mercurian Magnetosphere

Dipole field strength: 0.0033 gauss-Rh3
Dipole tilt to rotational axis: 169 degrees
Longitude of tilt: 285 degrees (from Mercury  I flyby)
                   115 degrees (from Mercury III flyby)
Note: Rh denotes Mercurian radii, 2,439 km

Mercury Atmosphere (Exosphere)

Surface pressure: ~10-15 bar (0.001 picobar)  
Average temperature: 440 K (167 C) (590-725 K, sunward side)
Total mass of atmosphere: <~1000 kg

Atmospheric composition: 42% Oxygen (O2), 29% Sodium (Na), 
22% Hydrogen (H2), 6% Helium (He), 0.5% Potassium (K),
possible trace amounts of Argon (Ar), Carbon Dioxide (CO2), 
Water (H2O), Nitrogen (N2), Xenon (Xe), Krypton (Kr), 
Neon (Ne), Calcium (Ca and Ca+), Magnesium (Mg)

(The atmosphere of Mercury is essentially a vacuum. Compositional 
values are variable and not well constrained, values from "Mercury",  
Vilas, Chapman, and Matthews, eds., University of Arizona Press, 1988)

»»  READMORE...

Merkurius dari Celestia.exe

Merkurius dari celestia.exe
Sebuah planet yang paling dekat dengan matahari, dan ini merupakan planet yang paling panas, karena dekat dengan matahari

Merkurius adalah planet terkecil di dalam tata surya dan juga yang terdekat dengan Matahari dengan kala revolusi 88 hari dan kala rotasi 59 hari. Kecerahan planet ini berkisar di antara -2 sampai 5,5 dalam magnitudo tampak namun tidak mudah terlihat karena sudut pandangnya dengan Matahari kecil (dengan rentangan paling jauh sebesar 28,3 derajat. Merkurius hanya bisa terlihat pada saat subuh atau maghrib. Tidak begitu banyak yang diketahui tentang Merkurius karena hanya satu pesawat antariksa yang pernah mendekatinya yaitu Mariner 10 pada tahun 1974 sampai 1975. Mariner 10 hanya berhasil memetakan sekitar 40 sampai 45 persen dari permukaan planet.
Mirip dengan Bulan, Merkurius mempunyai banyak kawah dan juga tidak mempunyai satelit alami serta atmosfer. Merkurius mempunyai inti besi yang menciptakan sebuah medan magnet dengan kekuatan 0.1% dari kekuatan medan magnet bumi. Suhu permukaan dari Merkurius berkisar antara 90 sampai 700 Kelvin (-180 sampai 430 derajat Celcius).
Pengamatan tercatat dari Merkurius paling awal dimulai dari zaman orang Sumeria pada milenium ke tiga sebelum masehi. Bangsa Romawi menamakan planet ini dengan nama salah satu dari dewa mereka, Merkurius (dikenal juga sebagai Hermes pada mitologi Yunani dan Nabu pada mitologi Babilonia). Lambang astronomis untuk merkurius adalah abstraksi dari kepala Merkurius sang dewa dengan topi bersayap di atas caduceus. Orang Yunani pada zaman Hesiod menamai Merkurius Stilbon dan Hermaon karena sebelum abad ke lima sebelum masehi mereka mengira bahwa Merkurius itu adalah dua benda antariksa yang berbeda, yang satu hanya tampak pada saat Matahari terbit dan yang satunya lagi hanya tampak pada saat Matahari terbenam. Di India, Merkurius dinamai Budha (बुध), anak dari Candra sang bulan. Di budaya Tiongkok, Korea, Jepang dan Vietnam, Merkurius dinamakan "bintang air". Orang-orang Ibrani menamakannya Kokhav Hamah (כוכב חמה), "bintang dari yang panas" ("yang panas" maksudnya Matahari). Diameter Merkurius 40% lebih kecil daripada Bumi (4879,4 km), dan 40% lebih besar daripada Bulan. Ukurannya juga lebih kecil (walaupun lebih padat) daripada satelit Yupiter, Ganymede dan satelit Saturnus, Titan.

Struktur dalam

Dengan diameter sebesar 4879 km di katulistiwa, Merkurius adalah planet terkecil dari empat planet kebumian di Tata Surya. Merkurius terdiri dari 70% logam dan 30% silikat serta mempunyai kepadatan sebesar 5,43 g/cm3 hanya sedikit dibawah kepadatan Bumi. Namun apabila efek dari tekanan gravitasi tidak dihitung maka Merkurius lebih padat dari Bumi dengan kepadatan tak terkompres dari Merkurius 5,3 g/cm3 dan Bumi hanya 4,4 g/cm3.
Kepadatan Merkurius digunakan untuk menduga struktur dalamnya. Kepadatan Bumi yang tinggi tercipta karena tekanan gravitasi, terutamanya di bagian inti. Merkurius namun jauh lebih kecil dan bagian dalamnya tidak terdapat seperti bumi sehingga kepadatannya yang tinggi diduga karena planet tersebut mempunyai inti yang besar dan kaya akan besi. Para ahli bumi menaksir bahwa inti Merkurius menempati 42 % dari volumenya (inti Bumi hanya menempati 17% dari volume Bumi). Menurut riset terbaru, kemungkinan besar inti Merkurius adalah cair.
Mantel setebal 600 km menyelimuti inti Merkurius dan kerak dari Merkurius diduga setebal 100 sampai 200 km. Permukaan merkurius mempunyai banyak perbukitan yang kurus, beberapa mencapai ratusan kilometer panjangnya. Diduga perbukitan ini terbentuk karena inti dan mantel Merkurius mendingin dan menciut pada saat kerak sudah membatu.

Merkurius mengandung besi lebih banyak dari planet lainnya di tata surya dan beberapa teori telah diajukan untuk menjelaskannya. Teori yang paling luas diterima adalah bahwa Merkurius pada awalnya mempunyai perbandingan logam-silikat mirip dengan meteor Kondrit umumnya dan mempunyai massa sekitar 2,25 kali massanya yang sekarang. Namun pada awal sejarah tata surya, merkurius tertabrak oleh sebuah planetesimal berukuran sekitar seperenam dari massanya. Benturan tersebut telah melepaskan sebagian besar dari kerak dan mantel asli Merkurius dan meninggalkan intinya. Proses yang sama juga telah diajukan untuk menjelaskan penciptaan dari Bulan.
Teori yang lain menyatakan bahwa Merkurius mungkin telah terbentuk dari nebula Matahari sebelum energi keluaran Matahari telah stabil. Merkurius pada awalnya mempunyai dua kali dari massanya yang sekarang, namun dengan mengambangnya protomatahari, suhu di sekitar merkurius dapat mencapai sekitar 2500 sampai 3500 Kelvin dan mungkin mencapai 10000 Kelvin. Sebagian besar permukaan Merkurius akan menguap pada temperatur seperti itu, membuat sebuah atmosfer "uap batu" yang mungkin tertiup oleh angin surya 
»»  READMORE...

Selasa, 02 Oktober 2012

Matahari penampakan dari celestia

MATAHARI

DATABASe
Matahari berbentuk bola yang berpijar dengan senyawa penyusun utama berupa gas hidrogen (74%) dan helium (25%) terionisasi.[4] [9][5] Senyawa penyusun lainnya terdiri dari besi, nikel, silikon, sulfur, magnesium, karbon, neon, kalsium, dan kromium.[10] Cahaya Matahari berasal dari hasil reaksi fusi hidrogen menjadi helium.[11]
Berdasarkan penghitungan menggunakan Hukum Newton dengan melibatkan nilai kecepatan orbit Bumi, jarak Matahari, dan gaya gravitasi, diperoleh massa Matahari sebesar 1,989x1030 kilogram.[12][9] Angka tersebut sama dengan 333.000 kali massa Bumi. [9] Sementara itu, diameter Matahari adalah 1.392.000 kilometer atau 865.000 mil, sama dengan 109 kali diameter Bumi.[5] Sebagai perbandingan, sebanyak 1,3 juta planet seukuran Bumi dapat masuk ke dalam Matahari.[5] Oleh karena itu, Matahari menjadi obyek terbesar di tata surya dengan massa mencapai 99,85% dari total massa tata surya.[13]
Matahari merupakan bintang yang paling dekat dengan Bumi, yaitu berjarak rata-rata 149.600.000 kilometer (92,96 juta mil).[4][14] Jarak Matahari ke Bumi ini dikenal sebagai satuan astronomi dan biasa dibulatkan (untuk penyederhanaan hitungan) menjadi 150 juta km. [4][13]
Berdasarkan penghitungan dengan metode analisis radioaktif, diketahui bahwa batuan bulan, meteorit dan batuan Bumi tertua yang pernah ditemukan berusia sekitar 4,6 miliar tahun.[15] Sementara itu, sampel batuan Matahari belum pernah didapatkan sehingga penghitungan dilakukan secara matematika menggunakan model interior Matahari.[16] Berdasarkan hasil penghitungan matematika adalah Matahari diperkirakan berusia 5 ± 1,5 miliar tahun.[16] Namun, oleh karena tata surya diketahui terbentuk sebagai satu kesatuan dalam waktu yang berdekatan maka kini secara umum Matahari dianggap berusia 4,6 miliar tahun.[15][16] Matahari tergolong bintang tipe G V, dengan ciri memiliki suhu permukaan sekitar 6.000 K dan umumnya bertahan selama 10 miliar tahun.[11] Matahari diperkirakan berusia sekitar 7 miliar tahun lagi, sebelum hidrogen di intinya habis.[5] Bila hal tersebut terjadi, Matahari akan berekspansi menjadi bintang raksasa berwarna merah yang dingin dan 'memakan' planet-planet kecil di sekitarnya (mungkin termasuk Bumi) sebelum akhirnya kembali menjadi bintang kerdil berwarna putih kembali.[5]
Gaya gravitasi di Matahari sebanding dengan 28 kali gravitasi di Bumi.[17] Secara teori hal tersebut berarti bila seseorang memiliki berat 100 kg di Bumi maka bila berjalan di permukaan Matahari beratnya akan terasa seperti 2.800 kg.[17] Gravitasi Matahari memungkinkannya menarik semua komponen-komponen penyusunnya membentuk suatu bentuk bola sempurna.[17] Gravitasi Matahari jugalah yang menahan planet-planet yang mengelilinginya tetap berada pada orbit masing-masing.[17] Pengaruh dari gravitasi Matahari masih dapat terasa hingga jarak 2 tahun cahaya.[17]
Radiasi Matahari, lebih dikenal sebagai cahaya Matahari, adalah campuran gelombang elektromagnetik yang terdiri dari gelombang inframerah, cahaya tampak, sinar ultraviolet.[18] Semua gelombang elektromagnetik ini bergerak dengan kecepatan sekitar 3,0 x 108 m/s.[18] Oleh karena itu radiasi atau cahaya memerlukan waktu 8 menit untuk sampai ke Bumi.[18] Matahari juga menghasilkan sinar gamma, namun frekuensinya semakin kecil seiring dengan jaraknya meninggalkan inti.


»»  READMORE...

Minggu, 02 September 2012

Dawn - Pesawat NASA akan mengorbit di Planet Kerdil Ceres


Konsep Artis pesawat ruang angkasa Dawn NASA dan asteroid raksasa Vesta ini gambar pesawat ruang angkasa Dawn NASA dan asteroid Vesta raksasa adalah konsep seorang artis. Dawn tiba di Vesta pada 15 Juli 2011 PDT (16 Juli 2011 WIB) dan diatur untuk berangkat pada 4 September 2012 PDT (5 September 2012 EDT). Gambar kredit: NASA / JPL-Caltech> Lebih besar pandanganPASADENA, California - pesawat ruang angkasa Dawn NASA berada di trek untuk menjadi probe pertama yang mengorbit dan mempelajari dua tujuan sistem surya jauh, untuk membantu para ilmuwan menjawab pertanyaan tentang pembentukan tata surya kita. Satelit ini dijadwalkan untuk meninggalkan asteroid Vesta raksasa pada 4 September PDT (5 September WIB) untuk memulai dua-dan-a-setengah-tahun perjalanannya ke planet kerdil Ceres.Dawn mulai pengembaraan nya 3-miliar-mil (5-miliar kilometer) untuk mengeksplorasi dua benda yang paling besar di sabuk asteroid utama di tahun 2007. Dawn tiba di Vesta pada bulan Juli 2011 dan akan mencapai Ceres pada tahun 2015 awal. Target Dawn merupakan dua ikon dari sabuk asteroid yang telah menyaksikan banyak sejarah tata surya kita.Untuk membuat pelarian mereka dari Vesta, pesawat ruang angkasa akan pergi spiral selembut itu tiba, menggunakan, khusus hiper-efisien sistem yang disebut ion propulsi. Sistem propulsi ion Dawn menggunakan listrik untuk mengionisasi xenon untuk menghasilkan dorong. The 12-inch-lebar pendorong ion memberikan daya yang lebih kecil daripada mesin konvensional, namun dapat mempertahankan dorong selama berbulan-bulan pada suatu waktu."Thrust bergerak, dan kami sekarang naik jauh dari Vesta atas pilar biru-hijau ion xenon," kata Marc Rayman, kepala insinyur Dawn dan direktur misi, di NASA Jet Propulsion Laboratory, Pasadena, California "Kami merasa agak sendu tentang menyimpulkan eksplorasi fantastis produktif dan menarik dari Vesta, tapi sekarang memiliki pemandangan kita set pada planet kerdil Ceres.Orbit Dawn disediakan close-up dilihat dari Vesta, mengungkapkan detail yang belum pernah terjadi sebelumnya tentang asteroid raksasa. Misi mengungkapkan bahwa Vesta sepenuhnya meleleh di masa lalu, membentuk tubuh berlapis dengan inti besi. Pesawat ruang angkasa juga mengungkapkan jaringan parut dari titanic tabrakan Vesta menderita di belahan bumi selatan, hidup bukan hanya satu tapi dua dampak kolosal dalam dua miliar tahun terakhir. Tanpa Dawn, para ilmuwan tidak akan tahu tentang palung dramatis diukir sekitar Vesta, yang merupakan riak dari dua dampak kutub selatan."Kami pergi ke Vesta untuk mengisi kekosongan pengetahuan kita tentang sejarah awal tata surya kita," kata Christopher Russell, peneliti utama Dawn, berbasis di University of California Los Angeles (UCLA). "Fajar telah mengisi halaman tersebut, dan lebih, mengungkapkan kepada kita betapa istimewanya Vesta adalah sebagai korban dari hari-hari awal tata surya kita sekarang dapat mengatakan dengan pasti bahwa Vesta menyerupai planet kecil lebih dekat daripada asteroid yang khas.."Misi ke Vesta dan Ceres dikelola oleh Jet Propulsion Laboratory NASA di Pasadena, California, untuk Direktorat Misi Sains badan di Washington. Fajar adalah sebuah proyek dari Program Discovery direktorat, yang dikelola oleh NASA Marshall Space Flight Center di Huntsville, AlabamaUCLA bertanggung jawab untuk ilmu misi Dawn keseluruhan. Orbital Sciences Corp of Dulles, Va, dirancang dan dibangun pesawat ruang angkasa. Pusat Aerospace Jerman, Max Planck Institute for Solar System Riset, Badan Antariksa Italia dan Institut Astrofisika Nasional Italia adalah bagian dari tim misi. California Institute of Technology di Pasadena mengelola JPL untuk NASA.Untuk informasi lebih lanjut tentang Dawn, kunjungi: http://www.nasa.gov/dawn dan http://dawn.jpl.nasa.gov.
»»  READMORE...

Selasa, 05 Juni 2012

Letusan Naga - NASA image

Letusan Naga

Para SpaceX Falcon 9 roket melambung ke angkasa

Para SpaceX Falcon 9 roket melambung ke angkasa dari Peluncuran Ruang Kompleks-40 di Stasiun Cape Canaveral Air Force di Florida, membawa kapsul Naga ke orbit pada 3:44 EDT pada Selasa, Mei 22 Juni 2012. Peluncuran ini merupakan demonstrasi kedua perusahaan uji terbang untuk Layanan Komersial NASA Transportasi Orbital, atau dipan, Program. Selama penerbangan, akan ada serangkaian prosedur check-out untuk menguji dan membuktikan sistem Dragon, termasuk pertemuan dan berlabuh dengan Stasiun Antariksa Internasional. Jika kapsul melakukan seperti yang direncanakan, kargo dan percobaan itu membawa akan dialihkan ke stasiun.

Gambar Kredit: NASA / Alan Ault
»»  READMORE...

Fakta-fakta tentang planet jupiter

nih saya ada artikel tentang planet Jupiter.

selamat membaca :))



  1. Adalah Planet terdekat kelima dari matahari
  2. Jarak rata-rata antara Yupiter dan Matahari adalah 778,3 juta
  3. Jupiter adalah planet terbesar dan terberat dengan diameter 149.980 km
  4. Memiliki massa 318 kali massa bum
  5.  Periode rotasi 9,8 jam
  6.  Periode revolusi ] 11,86 tahun
  7.  Di permukaan planet ini terdapat bintik merah raksasa
  8. Jupiter adalah termasuk bintang yang gagal (kurang dari massa protostar)menjadi bintang karena massanya tidak cukup untuk mempertahankan Hidrogen karena gravitasinya, (lihat terbentuknya bintang pada artikel selain ini :) )
  9.  Atmosfer Yupiter mengandung hidrogen (H), helium (He), metana (CH4) dan amonia (NH3). Lapisan atas atmosfer Yupiter terdiri dari 88 - 92% hidrogen dan 8 - 12% helium
  10.  Memiliki Suhu permukaan -140oC sampai dengan 21^C
  11.  memiliki 68 satelit, di antaranya Io, Europa, Ganymede, Callisto (Galilean moons)
  12. Yupiter memiliki cincin yang sangat tipis ,berwarna hampir sama dengan atmosfernya dan sedikit memantulkan cahaya matahari
  13. Cincin Yupiter terbentuk atas materi yang gelap kemerah-merahan. 
  14. Materi pembentuk cincin jupiter bukanlah dari es seperti Saturnus melainkan ialah batuan dan pecahan-pecahan debu
  15. Setelah diteliti, cincin Yupiter merupakan hasil dari gagal terbentuknya satelit Yupiter.Cincin yupiter sangat besar
  16. Jupiter mungkin memiliki inti dari material batuan sebesar sesuatu seperti 10 sampai 15 massa Bumi
  17. Suasana yang kita lihat hanyalah bagian paling atas lapisan dalam. Air, karbon dioksida, metana dan molekul sederhana lainnya juga terdapat dalam jumlah kecil
  18. Jupiter memiliki awan di permukaannya. Tiga lapisan yang berbeda dari awan yang diyakini ada terdiri dari es amonia, amonium hidrosulfida dan campuran es dan air
  19. Jupiter dan planet-planet gas lainnya memiliki kecepatan angin tinggi
  20.  Angin bertiup ke arah yang berlawanan di area yang berdekatan. Data dari probe Galileo menunjukkan bahwa angin bahkan lebih cepat dari yang diharapkan (lebih dari 400 mph)
  21. Warna-warna berkorelasi dengan ketinggian awan: biru terendah, diikuti oleh cokelat dan putih, dengan warna merah tertinggi. 
  22. Its magnetosphere extends more than 650 million km (past the orbit of Saturn!) Karena massanya sangat besar, jangkauan medan magnet tersebut juga sangat besar, bahkan sampai melewati orbit dari Saturnus
  23. Ketika itu di langit waktu malam, Jupiter sering terang "bintang" di langit (itu adalah yang kedua setelah Venus, yang jarang terlihat di langit yang gelap

semoga bermanfaat :))

referensi :
·  more Jupiter images
·  from NSSDC
·  Galileo Education and Public Outreach (including the latest images)
·  Jupiter's Rings from JPL
·  Jupiter Events from TAMU
·  Online from Jupiter, NASA information about the Galileo mission for K-12 educators
·  Preliminary! Galileo Probe Results from JPL and ARC and LANL
·  Galileo science report 3/18/96
·  Galileo Probe Results suggest our theories of the origin of the solar system need revision
·  The Jupiter Satellite Page by Scott Sheppard

http://id.wikipedia.org/wiki/Yupiter



  • more Jupiter images
  • from NSSDC
  • Voyager Jupiter Science Summary
  • Galileo Education and Public Outreach (including the latest images)
  • Jupiter's Rings from JPL
  • Galileo report on Jupiter's rings (1998)
  • Jupiter's Ring System
  • Jupiter Events from TAMU
  • Online from Jupiter, NASA information about the Galileo mission for K-12 educators
  • The Discovery of the Galilean Satellites
  • Jovian System Nomenclature Tables
  • Preliminary! Galileo Probe Results from JPL and ARC and LANL
  • Galileo Probe Mission "Quick-look" Science Summary 1/25/96 from ARC
  • Galileo science report 3/18/96
  • Galileo Probe Results suggest our theories of the origin of the solar system need revision
  • The Jupiter Satellite Page by Scott Sheppard



  • More about Jupiter and its satellites



  • more Jupiter images
  • from NSSDC
  • Voyager Jupiter Science Summary
  • Galileo Education and Public Outreach (including the latest images)
  • Jupiter's Rings from JPL
  • Galileo report on Jupiter's rings (1998)
  • Jupiter's Ring System
  • Jupiter Events from TAMU
  • Online from Jupiter, NASA information about the Galileo mission for K-12 educators
  • The Discovery of the Galilean Satellites
  • Jovian System Nomenclature Tables
  • Preliminary! Galileo Probe Results from JPL and ARC and LANL
  • Galileo Probe Mission "Quick-look" Science Summary 1/25/96 from ARC
  • Galileo science report 3/18/96
  • Galileo Probe Results suggest our theories of the origin of the solar system need revision
  • The Jupiter Satellite Page by Scott Sheppard





  • More about Jupiter and its satellites

    »»  READMORE...